oleh

Wabup Takalar Kembali Sidak Tambang Galian C Yang Resahkan Warga Di Polut

KABARLIPUTAN.COM TAKALAR | Wakil Bupati Takalar H. Achmad Se’re kembali sidak tambang galian C yang meresahkan masyarakat di Lingkungan Bontorita, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kab. Takalar, Kamis (31/1/2019) siang.

Sidak ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Wakil Bupati Takalar dilokasi tambang yang sama. Namun dalam sidak kali ini turut menghadirkan Inspektur Tambang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan, Safruddin.

Wakil Bupati Takalar, H. Achmad Se’re menyampaikan bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga terkait aktivitas tambang yang meresahkan warga dan merusak lingkungan, sekaligus tindak lanjut dari tinjauannya beberapa hari yang lalu.

“Ini merupakan hasil negosiasi kami dengan Pemerintah Provinsi kemarin yang sekaligus melaporkan keluhan warga terkait pertambangan. Hari ini tim dari provinsi datang melakukan peninjauan, hasilnya ditemukan bahwa ternyata izinnya ini untuk tambang tanah urug, bukan untuk tambang pasir,” tutur H. Achmad Se’re.

Sementara itu, Inspektur Tambang Madya Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral, Safruddin usai mengecek izin tambang milik CV. Satria Panrannuangku menjelaskan bahwa izin pertambangan yang diberikan merupakan tanah urug, namun pada kenyataannya dilapangan juga turut serta menambang pasir dan sirtu, sehingga melanggar dari izin yang diberikan pemerintah provinisi.

“Setelah saya lihat surat ijin tambangnya pertanggal 3 Mei 2018 bahwa ijin menambang tanah bukan ijin tambang pasir, artinya hanya bisa menambang tanah bukan menambang pasir. Ini adalah teguran pertama dan apabila 3 kali ditegur serta tidak diindahkan maka akan dipidanakan,” tegasnya Safruddin.

Ia meminta pengelola tambang untuk tidak melakukan pengangkutan pasir. Warga disekitar areal tambang pun diminta untuk berpartisipasi aktif mengawasi aktivitas tambang jika sewaktu-waktu mengangkut pasir. “Kami himbau kepada masyarakat yang ada di lokasi tambang agar ijin tambang ini diawasi serta dilaporkan kepada polisi apabila menambang diluar tanah maka berhak untuk ditangkap dan dipenjarakan,” pungkas Safruddin.

Khusus untuk area pemakaman umum yang terancam longsor karena tambang galian, pihak pengelola tambang menyatakan kesiapannya bertanggung jawab dengan menghibahkan seluas 20 are untuk area pemakaman.

Inpseksi tambang ini turut melibatkan Analisis teknik pertambangan minerba Dinas ESDM Sulsel M. Rasyid Ridha, Kasi. Minerba, Geologi dan AT Cab. Dinas wil II Imran Ishak. Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Ardi Sukatri. Kajari Takalar Syaiful Bahri, Kadis PTSP Budiar Rosal.

Red. KL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *