oleh

LPM Desa Bontokaddopepe Galut Sukses Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik Sistem Informasi Desa

Kabarliputan.com Takalar – Jurnalistik sebagai bagian dari dunia tulis menulis yang telah banyak berkontribusi, baik dalam kemajuan teknologi, kemajuan pembangunan dan bisa dibaca oleh banyak orang. Jurnalistik merupakan dunia yang mengasyikkan serta memberi banyak manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

Olehnya itu, Pemerintah Desa Bontokaddopepe melalui LPM Desa Bontokaddopepe melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar Jurnalistik Desa, dengan mengangkat tema “Sistem Informasi Desa”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Bontokaddopepe, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jum’at (6/12/2019).

Pada pelatihan jurnalistik desa tersebut di buka secara langsung oleh Pj. Kepala Desa Bontokaddopepe, Ismail, SE. Dihadiri oleh Pengurus LPM dan Aparat Desa Bontokaddopepe, Binmas dan Babinsa Bontokaddopepe, Pengurus DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kab. Takalar, para Kepala Dusun, berserta tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan di Desa Bontokaddopepe.

Pj. Kepala Desa Bontokaddopepe, Ismail, SE dalam sambutannya saat membuka acara pelatihan ini mengharapkan agar para jurnalis (pers) maupun masyarakat bisa membuat serta berbagi informasi yang jelas dan benar. “Saya berharap agar teman-teman jurnalis tidak menjadikan profesi ini untuk menakut-nakuti pemerintah dan masyarakat, berikanlah informasi sesuai fakta dan bisa di pertanggung jawabkan”, ucapnya.

Foto: Saat Pelatihan Dasar Jurnalistik “Sistem Informasi Desa” Digelar Di Kantor Desa Bontokaddopepe (6/12).

Salah satu Pengurus DPW JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Sulawesi Selatan, Irma Muhsen S.Farm selaku pemateri pertama dalam kegiatan jurnalistik desa tersebut, mengatakan bahwa menulis bisa membuat kita abadi (bukan tubuh kita) tapi abadi dalam mengenai peristiwa kita, ide dan gagasan kita, sehingga bisa menjadikan kita orang yang bersejarah.

“Jurnal adalah laporan atau catatan. Bentuk tulisan Jurnalistik yaitu berupa opini, Faenture/tuturan, artikel dan Straight News. Fungsi seorang jurnalis yaitu memberi edukasi dan melakukan kontrol sosial. Namun bagi yang masih awam atau baru mau belajar, bisa mulai belajar menulis mengenai keresahannya, pencapaian, rencana dan proses apa yang akan di buat untuk dirinya maupun orang lain”, tutur Irma.

Sementara itu Direktur Pusdiklat JOIN KTI, Zulkarnain Hamson S.Sos, M. Si., selaku pemateri kedua menyampaikan bahwa jurnalistik merupakan suatu kegiatan untuk mengumpulkan, mengolah serta menyebarkan berita secepat mungkin dan seluas-luasnya.

“Jurnalistik adalah kepandaian dalam hal mengolah karya, tulisan ataupun data yang tujuan pokoknya yaitu memberikan kabar atau informasi secara cepat dan luas kepada masyarakat umum. Memahami konsep jurnalistik akan membuat pembaca lebih kritis dalam menerima informasi atau menyerap berita yang di sajikan,” terangnya.

Foto: Nampak Serius Direktur Pusdiklat JOIN KTI, Zulkarnain Hamson S.Sos, M. Si., Saat Menyampaikan Materi Dalam Pelatihan Dasar Jurnalistik Di Desa Bontokaddopepe.

Lanjut Zulkarnain, wartawan adalah orang yang bekerja atau melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, mentaati kode etik, menguasai tema liputannya, menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara.

“Seorang jurnalis harus memperhatikan dan mentaati kode etik profesi. Jurnalis harus independen dalam menyampaikan berita, akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Tidak membuat berita bohong (Hoax), tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah”, pungkas Direktur Pusdiklat JOIN KTI.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Irwan B, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa dan jajaran panitia, para pemateri, pengurus DPD JOIN Takalar atas dukungannya. “Kami juga tidak lupa ucapkan terima kasih kepada bapak binmas dan babinsa beserta seluruh tamu undangan maupun peserta yang hadir dan ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara pelatihan jurnalistik ini”, tutupnya.

Para peserta yang hadir sangat mengapresiasi pelatihan jurnalistik tersebut, terlihat dari antusias peserta memberikan berbagai macam pertanyaan terkait cara menjadi seorang jurnalis, serta apa saja tugas dan peran jurnalis dalam membantu pembangunan desa, sekaligus berharap agar pemerintah desa dapat kembali mengadakan kegiatan seperti ini di Desa Bontokaddopepe.

(Red. Ibhe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed